Postingan

Sumber Air di Denali (Part 2)

Gambar
Melanjutkan postingan sebelumnya (kalau belum baca, klik di sini ), kali ini mengenai cara kami menyimpan air yang sudah siap konsumsi tersebut. Jadi, masing-masing dari kami membawa botol nalgene 1 Liter dan 1 termos 0,75 Liter. Untuk kebutuhan minuman hangat seperti kopi, susu, bandrek dll biasanya setelah air mendidih kami langsung mengolahnya menjadi siap minum. Dan tak lupa juga kami siapkan air panas ready stock di termos dan air siap minum di botol nalgene.

Sumber Air di Denali (Part 1)

Gambar
Salah satu yang sering ditanyakan saat tim AIDeX   WANALA UNAIR mendaki gunung denali pada 2017 adalah sumber air, baik itu untuk kebutuhan minum ataupun memasak. Pada dasarnya di Denali tidak ada sumber air seperti di gunung-gunung Indonesia pada umumnya. Lalu menjawab pertanyaan tersebut, dari mana kami mendapat pasokan air minum ?

Di Antara Talkeetna dan Base Camp Denali

Gambar
Pertama kalinya saya mendapati delay pada pesawat yang akan saya tumpangi. Delay -nya pun tak tanggung-tanggung, sehari bahkan bisa lebih. Pesawat itu rencananya akan mengantar saya beserta tim AIDeX WANALA UNAIR dari Talkeetna, Alaska menuju Base Camp Gunung Denali. Di Talkeetna sendiri landasan pacunya kurang lebih sama dengan landasan pacu pada umumnya, hanya saja lebih kecil dan terbuka. Sementara itu di Base Camp Denali, pesawat yang datang harus bisa terbang & mendarat berlandaskan gletser. Hal itu pula yang membuat pesawat sering kali menunda penerbangan atau malah putar balik ke Talkeetna, walaupun tinggal sedikit lagi mencapai Base Camp Denali. Berfoto di depan pesawat yang digunakan terbang Talkeetna – Base Camp Denali  

Mendaki Gunung di Musim Hujan

Gambar
Mendaki Gunung di Musim Hujan Mendaki gunung sudah menjadi lifestyle di beberapa tahun belakangan ini. Stigma mendaki gunung adalah kegiatan yang berbahaya sedikit demi sedikit terkikis. Berbagai kalangan mulai banyak yang menggemari kegiatan alam bebas ini. Meskipun dengan dasar pengetahuan yang sangat minim. Lalu bagaimana saat musim hujan ? Amankah melakukan pendakian di musim ini ? Jawabannya bagai dua sisi mata uang. Di satu sisi akan meningkatkan resiko bahaya dari faktor cuaca yang akan dihadapi di lapangan. Hujan deras, angin kencang, sambaran petir, jalur yang licin adalah sebagian kecil yang akan menyapa dan mempersulit perjalanan kita. Sisi sebaliknya, dengan pahamnya resiko besar itu, kita dituntut untuk lebih berfikir lebih keras, bertindak lebih banyak, berkeputusan lebih bijak. Hal tersebut dapat mengasah dan membuat kita menjadi pribadi yang lebih agung dan berkembang semakin cepat.

WHITE OUT

Gambar
Kondisi kabut salju yang menyebabkan jarak pandang pengelihatan sangat minim, bahkan dalam kondisi ekstrim hanya sampai 5 meter saja. Ini dikarenakan hujan salju dengan intensitas tinggi yang menghalangi cahaya matahari menyinari. Sehingga kondisi sekitar terlihat putih namun tampak gelap.

REVIEW JAKET THE NORTH FACE DRYZZLE

Gambar
SPEK SINGKAT * Waterproof, breathable, seam sealed * Attached, fully adjustable hood * Stormflap with snap closure * Secure-zip Napoleon media pocket * Two secure-zip hand pockets

DANAU TUNJUNG, ARGOPURO

Gambar
Ya, mungkin masih asing di telinga kita mengenai danau yang satu ini. Tidak seperti Ranu Kumbolo yang sudah terdengar santer seantero Indonesia bahkan mancanegara, terutama berkat film "5cm". Sedikit saja mengulas danau yang mulai sedikit naik pamor di kalangan pencinta kegiatan alam bebas dan ekplorasi ini. sesuai dengan judul, danau ini terletak di deretan surga Dataran Tinggi Yang ( disebut juga "Hyang" atau "Iyang") tepatnya koordinat  07° 59’ 42” LS - 113° 37’ 18” BT di Google Earth. Dataran Tinggi yang terkenal dengan keindahan hutan gunung Argopuro ini ternyata memiliki banyak sekali spot yang sangat indah sebagai tanda kebesaran-Nya. tidak melulu Cikasur, Cisentor, puncak Rengganis dan hutan edelweissnya. Tersembunyi dengan apik walaupun jika ditarik lurus hanya berjarak 2,8 km arah 179 °  dari pos Cikasur.